Rabu, 28 Februari 2018

KITCHEN UTENSIL AND KITCHEN EQUIPMENTS


1. PIE MAKER


Fungsi: Untuk membuat Pie

Material: Metal

Cleaning: Buka Pie Maker seperti buku, dan menggunakan kain basah sabun untuk membersihkan semua permukaan. Pastikan untuk tidak melewatkan setiap sudut dan celah yang mungkin ada gula karamel.
Biarkan cairan menetes turun ke handuk dapur bersih, atau ke wastafel. Bilas kain Anda untuk menghilangkan ekstra sabun , peras kain, dan lap Pie Maker.



2. FOOD PROCESSOR


Fungsi: memotong, mencampur, menggiling, dan pureeing

Material: Logam dengan pot

Cleaning plastik: Lap panci dan mencuci dengan pot pencuci piring



3. ICE CREAM MAKER


Fungsi: untuk membuat cream

Material es: Metal

Cleaning: Lap panci, dan cuci dengan sabun pencuci piring





 4. COTTON CANDY


Fungsi : Untuk membuat cotton candy

Material  : Metal

Cleaning : Lap panci, dan cuci dengan sabun pencuci piring





5. PROOF BOX


Fungsi: Untuk pemeriksaan roti di suhu panas

Bahan: Logam

Cleaning: Matikan mesin, biarkan dingin, bersihkan bagian dalam kotak bukti, dan untuk rak cuci dengan sabun pencuci piring seperti biasanya


6. EXHAUST HOOD


Fungsi: untuk menghilangkan lemak udara, produk pembakaran, asap kendaraan, asap, bau, panas, dan uap dari udara oleh evakuasi udara dan filtrasi.

Bahan: Logam

Cleaning: mengelap kotoran, bilas menggunakan sabun cucian, scrub, bilas, dan tiriskan.



DAILY ACTIVITY (INDONESIAN VERSION)

Pada pukul 07:29 saya berangkat dari rumah menuju kampus dan pada jam 07:37 saya sampai di kitchen, lalu pada pukul 08:09 kami melakukan one line didepan kitchen setelah itu supervisor mengabsen kami dan memeriksa peralatan kami satu per satu. Setelah itu kami masuk ke kitchen dan menuju loker dimana kami menyimpan barang-barang kami, lalu kami diberi arah oleh supervisor untuk melakukan one line di main kitchen.

 Setelah itu beberapa saat kemudian melakukan persiapan untuk menu rotasi ini hari. Beberapa saat kemudian Chef Aldino datang dan memberikan arahan sedikit untuk ini hari, setelah itu beliau lansung menyuruh kami semua siap di bagiannya masing-masing dan saya mendapat bagian hard roll, dan choux, setelah itu kami diarahkan oleh chef aldino untuk mempersiapkan hard roll, dan choux. Setelah restaurant menu rotasi ini selesai, kami kembali one line untuk mendengar arahan untuk menu rotasi esok hari. Kami di bagi beberapa kelompok untuk menu rotasi besok, dan kelompok saya mendapatkan bagian membuat bebek menyatnyat, sambel matah, dan pelecing sayur.

 Setelah itu kami melakukan persiapan membuat setelah jadi kami menyimpan untuk keesokan harinya. Setelah itu kami kembali one line untuk di arahkan oleh supervisor untuk general cleaning. Dan beberapa saat kemudian kami istirahat sejenak dan kemudian kami kembali  one line untuk di pulangkan.







DAILY ACTIVITY (ENGLISH VERSION)

At 7:29 am I left home to campus and at 7:37 am I arrived at the kitchen, then at 08:09 we did one line in front of the kitchen after that our supervisors were absent and checked our equipment one by one. After that we go into the kitchen and go to the locker where we store our goods, then we are given direction by the supervisor to do one line in the main kitchen.

After that a few moments then make preparations for this rotation menu of the day. A few moments later Chef Aldino came and gave us a little direction for this day, after which he immediately ordered us all ready on his part and I got a hard roll, and choux, after which we were directed by aldino chef to prepare for the hard roll, and choux. After this restaurant  finished, we went back one line to hear directions for tomorrow's rotation menu. We're in for some groups for tomorrow's rotation menu, and my group gets the making part bebek menyatnyat, sambel matah, dan pelecing sayur.

           After that we made preparations after making so we save for the next day. After that we returned one line to be directed by the supervisor for general cleaning. And a few moments later we take a break and then we return one line to be sent back.





Selasa, 27 Februari 2018

DAILY ACTIVITY (ENGLISH VERSION)

At 7:35 pm I left home to campus and at 7:45 am I arrived at the kitchen, then at 08:04 we did one line in front of the kitchen after that our supervisors were absent and checked our equipment one by one. After that we go into the kitchen and go to the locker where we store our goods, then we are given direction by the supervisor to do one line in the main kitchen.

After that a few moments then make preparations for this rotation menu of the day. A few moments later Chef Aldino came and gave us a little direction for this day, after which he immediately ordered us all ready on his part and I got the chicken salad part of hawaian, after which we were directed by chef aldino to prepare chicken salad hawaian. After this restaurant finished, we went back one line to hear directions for tomorrow's rotation menu. We're in for some groups for tomorrow's rotation menu, and my group gets the parts making hard roll and choux.


After that we made preparations to make hard roll, and choux. after so we save for the next day. After that we returned one line to be directed by the supervisor for general cleaning. And a few moments later we take a break and then we return one line to be sent back.




DAILY ACTIVITY (INDONESIAN VERSION)

Pada pukul 07:35 saya berangkat dari rumah menuju kampus dan pada jam 07:45 saya sampai di kitchen, lalu pada pukul 08:04 kami melakukan one line didepan kitchen setelah itu supervisor mengabsen kami dan memeriksa peralatan kami satu per satu. Setelah itu kami masuk ke kitchen dan menuju loker dimana kami menyimpan barang-barang kami, lalu kami diberi arah oleh supervisor untuk melakukan one line di main kitchen.

 Setelah itu beberapa saat kemudian melakukan persiapan untuk menu rotasi ini hari. Beberapa saat kemudian Chef Aldino datang dan memberikan arahan sedikit untuk ini hari, setelah itu beliau lansung menyuruh kami semua siap di bagiannya masing-masing dan saya mendapat bagian chicken salad  hawaian, setelah itu kami diarahkan oleh chef aldino untuk mempersiapkan chicken salad hawaian. Setelah restaurant menu rotasi ini selesai, kami kembali one line untuk mendengar arahan untuk menu rotasi esok hari. Kami di bagi beberapa kelompok untuk menu rotasi besok, dan kelompok saya mendapatkan bagian membuat hard roll dan choux.

 Setelah itu kami melakukan persiapan membuat hard roll, dan choux. setelah jadi kami menyimpan untuk keesokan harinya. Setelah itu kami kembali one line untuk di arahkan oleh supervisor untuk general cleaning. Dan beberapa saat kemudian kami istirahat sejenak dan kemudian kami kembali  one line untuk di pulangkan.








KITCHEN UTENSIL AND KITCHEN EQUIPMENTS



1. PANCAKE MACHINE




Fungsi: Untuk membuat pancake

Bahan: Logam

Cleaning: lap dengan handuk




2. RICE COOKER





Function : untuk membuat nasi

Bahan : Logam

Cleaning : Lepaskan pot dari rice cooker, bersihkan sisa nasi yang ada di pot lalu bersihkan dengan sabun lalu bilas dengan air.



3. PANINI SANDWICH GRILL





Function : untuk memanggang sandwich

Bahan : Logam

Cleaning : menggunakan sabun pencuci piring dan hindari banyak air; lap dengan handuk lembut.




4. SANDWICH TOASTER






Fungsi: Untuk toast sandwich

Bahan: Logam

Cleaning: Anda perlu menunggu sampai sandwich pemanggang roti mendingin untuk menghindari luka bakar pada kulit Anda
Lap setiap remah-remah roti dengan kain kering atau handuk dapur
Bilas bagian dalam dengan kain dan air bersih sampai benar-benar dihapus.




5. WAFEL IRON







Fungsi: untuk membuat sebuah omongan

Bahan: Logam


Cleaning: Tunggu sampai wafel maker dingin sebelum membersihkan.




6. POPCORN MAKER









Fungsi: Untuk membuat popcorn

Material: Logam, glass

Cleaning: lap dengan handuk

Senin, 26 Februari 2018

KITCHEN UTENSIL AND KITCHEN EQUIPMENTS

1. Measuring Spoons




Fungsi: untuk mengukur sejumlah kecil bahan kering dan cair

Material: stainless atau plastik

Cleaning: dengan sabun pencuci piring, bilas dan tiriskan dengan baik




2. Cheese Slicer


Fungsi: untuk mengiris keju

Material: kawat dan besi / marble

Cleaning: menggunakan serbet untuk menyeka itu



3. CHEESE BBQ



Fungsi: untuk meltedkan cheese/keju

Material: metal

Cleaning: menggunakan sabun pencuci piring untuk membersihkannya


4. Dry Measuring Cups


Fungsi: untuk mengukur secara akurat bahan kering atau lengket (harus fulled dan mendatar)

Material: plastik atau stainless

Cleaning: dengan sabun pencuci piring, bilas dan tiriskan dengan baik


5. Cheese Cloth



Fungsi: Untuk membuat keju, atau saring keju atau sesuatu

Material: cotton

Cleaning: hanya menggunakan sekali


6. Liquid Measuring Cup



Fungsi: untuk mengukur secara akurat volume ingredients

Material: plastik atau glass

Cleaning: dengan sabun pencuci piring, bilas dan tiriskan dengan baik


sumber : www.google.com

DAILY ACTIVITY (INDONESIAN VERSION)

Pada pukul 7:45 saya berangkat dari rumah menuju kampus dan pada jam 7:57 saya sampai di kitchen, lalu pada pukul 8:00 kami melakukan one line didepan kitchen setelah itu supervisor mengabsen kami dan memeriksa peralatan kami satu per satu. Setelah itu kami masuk ke kitchen dan menuju loker dimana kami menyimpan barang-barang kami, lalu kami diberi arah oleh supervisor untuk melakukan one line di main kitchen, sambil menunggu yang lain masuk ke main kitchen saya membaca sedikit materi yang ada di smallbook serta saya membaca sedik recipe yang kami dapatkan.

 Setelah itu Chef Aldino datang beliau akan menjadi dosen kami untuk minggu "menu rotasi" ini, lalu  sedikit berbincang dengan kami beliau memberi kami beberapa arahan, dan setelah itu dia memberi kami materi tentang menu rotasi yang dimana minggu ini kami akan mempraktekkan menu rotasi ini, beliau menjelaskan tentang menu rotasi Lalu setelah itu Chef aldino mengatakan kalau hari ini kami hanya melakukan preparation untuk chicken salad hawaian, shrimp bisque, beef stew, zucchini, baked potatoes, French bread, butter cake.


 Setelah itu chef aldino membentuk kelompok untuk kami dan kelompok saya membuat chicken salad hawaian. lalu setelah kami mendapatkan arahan dari supervisor kami langsung melakukan doing. setelah itu chef aldino memberikan sedikit arahan kepada kami tentang menu rotasi untuk besok, setelah itu kami di arahkan oleh supervisor untuk melakukan General Cleaning, sampai pada jam 18:45 kami melakukan one line dan bersiap untuk pulang.







DAILY ACTIVITY (ENGLISH VERSION)

At 7:45 pm I left home to campus and at 7:57 am I arrived at the kitchen, then at 8:00 we did one line in front of the kitchen after that our supervisors were absent and checked our equipment one by one. After that we went into the kitchen and went to the locker where we kept our things, then we were given direction by the supervisor to do one line in the main kitchen, while waiting for the others to go to the main kitchen I read a little material in the smallbook and I read a little recipe we get.


         After that Chef Aldino came he would be our lecturer for this week's "rotation menu", then talked a little bit with us he gave us some direction, and after that he gave us material about the rotation menu which this week we will practice this rotation menu, he explained about the rotation menu Then after that Chef aldino said that today we only do preparation for chicken salad hawaian, shrimp bisque, beef stew, zucchini, baked potatoes, French bread, butter cake.


           After that the chef aldino formed a group for us and my group made a hawaian chicken salad. then after we get directions from our supervisors directly do doing. after that the chef aldino gave us some direction about the rotation menu for tomorrow, after which we were directed by the supervisor to do General Cleaning, until at 18:45 we did one line and prepared to go home.




Kamis, 15 Februari 2018

Food Terminology Part 1


1. Cokelat Brownie

Satu legenda tentang penciptaan brownies adalah karya Bertha Palmer, seorang sosialita Chicago terkemuka yang suaminya memiliki Palmer House Hotel. Pada tahun 1893 Palmer meminta koki pastry untuk hidangan penutup yang cocok untuk para wanita yang menghadiri Pameran Kolombia Chicago. Dia meminta kue seperti kue kecil dari sepotong kue yang bisa dimasukkan dalam kotak makan siang. Hasilnya adalah Palmer House Brownie dengan kenari dan lapisan aprikot. Palmer House Hotel yang modern menyajikan makanan penutup untuk para pelanggan yang terbuat dari resep yang sama. Nama itu diberikan pada makanan penutup sekitar tahun 1893, namun tidak digunakan oleh juru masak buku atau jurnal saat itu.
Penggunaan kata "brownie" yang pertama kali diketahui untuk menggambarkan makanan penutup muncul di Buku Cook-Cooking Cooker Boston versi 1896 oleh Fannie Farmer, mengacu pada kue molase yang dipanggang secara terpisah dalam cetakan timah. Resep yang diterbitkan paling awal yang dipublikasikan untuk brownies coklat gaya modern muncul di Home Cookery (1904, Laconia, NH), Buku Pakar Cook Club (1904, Chicago, IL), The Boston Globe (2 April 1905 hal 34), dan buku masak Farmer edisi 1906. Resep ini menghasilkan brownie yang agak ringan dan seperti cake.


2. Kue Coklat

Kue coklat dibuat dengan coklat. Bisa juga dibuat dengan bahan lain, juga. Bahan-bahan ini meliputi fudge, vanila creme, dan pemanis lainnya. Sejarah kue coklat kembali ke tahun 1764, ketika Dr. James Baker menemukan cara membuat cokelat dengan menggiling biji kakao di antara dua batu giling melingkar besar.
Pada tahun 1828, Conrad Van Houten dari Belanda mengembangkan metode ekstraksi mekanis untuk mengekstraksi lemak dari minuman keras kakao yang menghasilkan mentega coklat dan kakao yang sebagiannya dicincang, massa padat padat yang dapat dijual seperti "batu kakao" atau digiling menjadi bubuk. Proses mengubah cokelat dari kemewahan eksklusif menjadi makanan ringan harian yang murah. Sebuah proses untuk membuat coklat yang lebih halus dan lebih halus yang disebut conching dikembangkan pada tahun 1879 oleh Rodolphe Lindt dan membuatnya lebih mudah untuk dipanggang dengan coklat, karena menggabungkan dengan baik dan benar dengan batters kue. Sampai tahun 1890 sampai 1900, resep cokelat kebanyakan untuk minuman coklat, dan kehadirannya di kue hanya dalam bentuk tambalan dan glazes. Pada tahun 1886, juru masak Amerika mulai menambahkan cokelat ke adonan kue, untuk membuat kue coklat pertama di AS.



3. Chocolate Chip Cookie

Kue chocolate chip adalah kue kering yang berasal dari Amerika Serikat dan menampilkan keripik coklat (potongan kecil coklat manis) sebagai bahan pembedanya. Sekitar tahun 1938, Ruth Graves Wakefield menambahkan potongan-potongan cincang dari batang coklat semi-manis Nestlé menjadi kue.
Resep tradisional ini menggabungkan adonan yang terdiri dari mentega dan coklat dan putih, keripik coklat semi manis dan vanila. Variasi meliputi resep dengan jenis coklat lainnya serta bahan tambahan seperti kacang atau oatmeal. Ada juga veganversions dengan substitusi bahan seperti keripik vegan, margarin vegan, dan sebagainya.
Buku masak Wakefield, Toll House Try and True Recipes, pertama kali diterbitkan pada tahun 1936 oleh M. Barrows & Company, New York. Buku resep masak edisi 1938 adalah yang pertama yang menyertakan resep "Rumah Kaca Cokelat Kue Kue Kue" yang dengan cepat menjadi kue favorit di rumah Amerika.
Selama Perang Dunia II, tentara dari Massachusetts yang ditempatkan di luar negeri berbagi kue yang mereka terima dalam paket perawatan dari rumah dengan tentara dari bagian lain Amerika Serikat. Segera, ratusan tentara menulis ke rumah dan meminta keluarga mereka untuk mengirim beberapa kue kepada Kue Rumah Sakit, dan Wakefield segera membanjiri surat dari seluruh dunia untuk meminta resepnya. Dengan demikian mulailah kegemaran nasional untuk kue chocolate chip. Resep untuk chocolate chip cookies dibawa ke Inggris pada tahun 1956, dengan Maryland Cookies merupakan salah satu kue coklat terlaris di Inggris.


4. Kue Coklat

Kue coklat dibuat dengan coklat. Bisa juga dibuat dengan bahan lain, juga. Bahan-bahan ini meliputi fudge, vanila creme, dan pemanis lainnya. Sejarah kue coklat kembali ke tahun 1764, ketika Dr. James Baker menemukan cara membuat cokelat dengan menggiling biji kakao di antara dua batu giling melingkar besar.
Pada tahun 1828, Conrad Van Houten dari Belanda mengembangkan metode ekstraksi mekanis untuk mengekstraksi lemak dari minuman keras kakao yang menghasilkan mentega coklat dan kakao yang sebagiannya dicincang, massa padat padat yang dapat dijual seperti "batu kakao" atau digiling menjadi bubuk. Proses mengubah cokelat dari kemewahan eksklusif menjadi makanan ringan harian yang murah. Sebuah proses untuk membuat coklat yang lebih halus dan lebih halus yang disebut conching dikembangkan pada tahun 1879 oleh Rodolphe Lindt dan membuatnya lebih mudah untuk dipanggang dengan coklat, karena menggabungkan dengan baik dan benar dengan batters kue. Sampai tahun 1890 sampai 1900, resep cokelat kebanyakan untuk minuman coklat, dan kehadirannya di kue hanya dalam bentuk tambalan dan glazes. Pada tahun 1886, juru masak Amerika mulai menambahkan cokelat ke adonan kue, untuk membuat kue coklat pertama di AS.


5. Kue Keju

Cheesecake adalah makanan penutup manis yang terdiri dari satu atau lebih lapisan. Lapisan utama dan paling tebal, terdiri dari campuran keju lembut dan segar (biasanya keju krim atau ricotta), telur, dan gula; Jika ada lapisan bawah sering terdiri dari kerak atau alas yang dibuat dari kue kering (atau biskuit pencernaan), biskuit gandum, kue kering, atau kue bolu. [1] Mungkin dipanggang atau tidak dibakar (biasanya didinginkan). Cheesecake biasanya dipermanis dengan gula dan bisa dibumbui atau diatapi dengan buah, whipped cream, kacang, cookies, fruit sauce, atau chocolate syrup. Cheesecake bisa disiapkan dengan berbagai rasa, seperti stroberi, labu, kapur utama, coklat, Oreo, kastanye, atau toffee.


6. Souffle

Seekor souffle (bahasa Prancis: [su.fle]) adalah hidangan berbasis telur panggang yang berasal dari awal abad kedelapan belas Prancis. Hal itu dibuat dengan kuning telur dan putih telur kocok dipadukan dengan berbagai bahan lainnya dan dijadikan sajian utama gurih atau dipermanis sebagai makanan pencuci mulut. Kata souffle adalah masa lalu dari souffler kata kerja Prancis yang berarti "bernafas" atau "mengisap".


7. Crème brûlée

Crème brûlée (/ ˌkrɛm bruːleɪ /; Pengucapan Prancis: [kʁɛm bʁy.le]), juga dikenal sebagai krim bakar, crema catalana, atau krim Trinity adalah makanan penutup yang terdiri dari dasar custard yang kaya dengan lapisan karamel keras yang kontras. Hal ini biasanya disajikan pada suhu kamar. Dasar custard secara tradisional dibumbui dengan vanili, namun bisa memiliki berbagai perasa lainnya.
Resep yang paling awal dikenal untuk crème brûlée (krim yang dibakar) muncul di buku masak François Massialot tahun 1691 yang berjudul Cuisinier royal et bourgeois. Nama "krim terbakar" digunakan dalam terjemahan bahasa Inggris 1702. Yang membingungkan, pada tahun 1740 Massialot menyebut resep serupa sebagai crême à l'Angloise; 'Krim bahasa Inggris'.
Hidangan itu kemudian lenyap dari buku masak Prancis sampai tahun 1980an. Versi crème brûlée (dikenal secara lokal sebagai krim Trinity Cream atau Cambridge burnt cream) diperkenalkan di Trinity College, Cambridge, pada tahun 1879 dengan lengan perguruan tinggi yang terkesan di atas krim dengan branding iron '.
Crème brûlée tidak begitu umum dalam buku masak Prancis dan Inggris pada abad kesembilanbelas dan kedua puluh, tapi ini menjadi sangat populer di tahun 1980an, "sebuah simbol pemuasan diri dekade ini dan kegembiraan dari boom restoran", yang mungkin dipopulerkan oleh Sirio Maccioni di restoran New York Le Cirque, yang mengklaim bahwa ia menjadikannya "makanan penutup paling populer dan paling populer di restoran dari Paris ke Peoria".


8. Red Velvet Cake

Kue Red Velvet secara tradisional adalah kue coklat berwarna merah, merah-coklat, atau "mahoni" atau "merah marun", dilapisi dengan krim keju putih atau icing icing. Kue ini biasanya disajikan pada hari Natal atau Hari Valentine. Kue beludru merah modern yang biasa dibuat dengan pewarna merah, namun warnanya merah pada awalnya karena kakao non-Dutched dan kaya antosianin.
Bahan biasa termasuk buttermilk, butter, cocoa, cuka, dan tepung. Beetroot atau pewarna makanan merah bisa digunakan untuk warna.
Referensi James Beard, American Cookery (1972), menjelaskan tiga kue beludru merah yang bervariasi dalam jumlah mentega, mentega, dan minyak nabati. Semua pewarna makanan bekas pakai. Reaksi cuka asam dan buttermilk cenderung lebih baik mengungkapkan antosianin merah pada kakao dan membuat kue tetap lembab, ringan, dan lembut. Pewarnaan alami ini mungkin merupakan sumber untuk nama "beludru merah", dan juga "makanan iblis" dan sejenisnya untuk kue coklat. Secara kontemplatif, coklat sering mengalami proses Belanda, yang mencegah perubahan warna antosianin. Rekonstruksi kue beludru merah asli melibatkan pengurangan atau penghilangan cuka dan pewarna, dan menggunakan kakao non-Dutched untuk memberi keasaman dan warna yang dibutuhkan.
Ketika makanan dijatah selama Perang Dunia II, tukang roti menggunakan jus bit rebus untuk meningkatkan warna kue mereka. Bit ditemukan dalam beberapa resep kue beludru merah, di mana mereka juga berfungsi untuk mempertahankan kelembaban. Adams Extract, sebuah perusahaan Texas, dikreditkan membawa kue beludru merah ke dapur di seluruh Amerika selama era Depresi Hebat, dengan menjadi salah satu yang pertama menjual pewarna makanan merah dan ekstrak rasa lainnya dengan menggunakan poster penjualan. dan merobek kartu resep. Kue dan resep aslinya terkenal di Amerika Serikat dari Hotel Waldorf-Astoria yang terkenal di New York City, yang telah menjuluki kue Waldorf-Astoria berbentuk confection. Namun, secara luas dianggap sebagai resep Selatan. Secara tradisional, kue beludru merah dibungkus dengan roux icing bergaya Perancis (juga disebut ermine icing), yang sangat ringan dan mengembang, namun menyita waktu untuk dipersiapkan. Cream cheese frosting dan buttercream frosting adalah variasi yang semakin populer.
Di Kanada, kue itu merupakan makanan penutup yang terkenal di restoran dan toko roti di department store Eaton di tahun 1940-an dan 1950-an. Dipromosikan sebagai resep Eaton eksklusif, dengan karyawan yang tahu resepnya disumpah untuk diam, banyak orang yang secara keliru percaya bahwa kue itu adalah penemuan dari kepala sekolah department store, Lady Eaton.
Dalam beberapa tahun terakhir, kue beludru merah dan cupcakes beludru merah telah menjadi semakin populer di AS dan banyak negara Eropa. Sebuah kebangkitan dalam popularitas kue ini disebabkan oleh beberapa film Steel Magnolias (1989), termasuk kue pengantin beludru merah yang dibuat dalam bentuk armadillo. Magnolia Bakery di Manhattan, telah menyajikannya sejak dibuka pada tahun 1996, begitu juga restoran yang terkenal dengan masakan Southern mereka seperti Amy Ruth di Harlem, yang dibuka pada tahun 1998. Pada tahun 2000, Cake Man Raven membuka salah satu roti pertama yang dikhususkan untuk kue di Brooklyn.


9. Cupcake

Cupcake (juga Inggris Inggris: kue peri; Hiberno-English: bun; bahasa Inggris Australia: kue peri atau kue patty) adalah caketaked kecil untuk melayani satu orang, yang mungkin dipanggang di cangkir kertas tipis atau aluminium kecil. Seperti kue yang lebih besar, icing dan hiasan kue lainnya seperti buah dan permen bisa diaplikasikan.
Uraian paling awal dari apa yang sekarang sering disebut cupcake adalah pada tahun 1796, ketika sebuah resep untuk "kue ringan untuk dipanggang dalam cangkir kecil" ditulis dalam American Cookery oleh Amelia Simmons. Dokumentasi yang paling awal dari cupcake istilah itu sendiri ada di "Tujuh Puluh Lima Tanda Terima untuk Kue Kering, Kue, dan Manis Manis" pada tahun 1828 di buku resep Penerimaan Eliza Leslie.
Pada awal abad ke-19, ada dua kegunaan yang berbeda untuk istilah kue cup atau cupcake. Pada abad-abad sebelumnya, sebelum kaleng muffin tersedia secara luas, kue-kue itu sering dipanggang dalam cangkir tembikar, ramekin, atau cetakan tembikar dan diambil dari cangkir yang mereka masukkan. Inilah penggunaan nama yang tersisa, dan nama "cupcake" sekarang diberikan pada kue bundar kecil seukuran cangkir teh. Sementara kue peri Inggris bervariasi dalam ukuran lebih dari cupcake Amerika, mereka secara tradisional lebih kecil dan jarang diatapi lapisan gula yang rumit.
Jenis "kue kue" lainnya mengacu pada kue yang bahannya diukur dengan volume, dengan menggunakan cangkir berukuran standar, bukan ditimbang. Resep yang bahannya diukur dengan menggunakan cangkir berukuran standar juga bisa dipanggang dalam cangkir; Namun, mereka lebih sering dipanggang dalam kaleng sebagai lapisan atau roti. Di tahun-tahun berikutnya, ketika penggunaan pengukuran volume ditetapkan dengan mantap di dapur rumah, resep ini dikenal sebagai kue 1234 atau kue seperempat, disebut demikian karena terdiri dari empat bahan: satu cangkir mentega, dua cangkir gula, tiga cangkir tepung, dan empat butir telur. Mereka adalah kue kuning polos, agak kurang kaya dan lebih murah dari pada kue pon, karena menggunakan sekitar setengah mentega dan telur dibandingkan dengan kue pon.
Nama kedua kelas utama kue ini dimaksudkan untuk memberi isyarat metode kepada tukang roti; "cup cake" menggunakan pengukuran volume, dan "pound cake" menggunakan pengukuran berat.


10. Mie Goreng

Mie goreng atau mie goreng atau mi goreng, yang berarti "mie goreng"), juga dikenal sebagai bakmi goreng, adalah hidangan mie goreng flavourful dan pedas yang umum di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Hal ini dibuat dengan mie kuning tipis digoreng dengan minyak goreng dengan bawang putih, bawang merah atau bawang merah, udang goreng, ayam, daging sapi, atau irisan bakso (bakso), cabai, kubis Cina, kubis, tomat, telur, dan sayuran lainnya. Di mana-mana di Indonesia, dapat ditemukan di mana-mana di negara ini, dijual oleh semua penjual makanan dari penjaja jalanan, warung, hingga restoran kelas atas. Ini adalah makanan favorit satu piring Indonesia, meski pedagang makanan jalanan biasa menjualnya bersama nasi goreng (nasi goreng). Biasanya tersedia di kios Mamak di Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia dan sering pedas. Di Sri Lanka, mee goreng adalah hidangan populer karena pengaruh budaya Melayu dan dijual di warung makanan jalanan di seluruh negeri.




“Spaghetti Aglio Olio Chicken”